Kadisdik Kholijah Hadiri Rapat Koordinasi Bersama Disdik Provinsi Riau
Kadisdik Kholijah Saat Rapat Koordinasi Bersama Disdik Provinsi Riau
PEKANBARU, DISDIK - Kepala Dinas Pendidikan Kholijah dengan didampingi Kabid Pembinaan Ketenagaan Suwanto serta Kabid PAUD Akna Juita mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) di Ruang Rapat Gedung Dinas Pendidikan Provinsi Riau dengan pembahasan Hasil Verifikasi Faktual Guru Bantu Daerah (GBD) Provinsi Riau Tahun 2022 serta Pembahasan Kebijakan Penanganan Anak Tidak Sekolah melalui pelaksanaan Sekolah Terbuka dan PKBM, Rabu 2/3/2022.
Berdasarkan hasil Rakor yg dilaksanakan pada akhir bulan Desember 2021 maka Disdik Provinsi Riau langsung bergerak cepat untuk membentuk Tim verifikasi yang bekerjasama dengan Inspektorat Provinsi Riau dan telah rampung melakukan verifikasi faktual untuk seluruh Guru Bantu Daerah (GBD)Provinsi Riau.
Berdasarkan hasil verifikasi faktual dilapangan adanya ketidak sesuaian data dengan data GBD Prov Riau awal Tahun 2016. Banyak ditemukan data GBP yang tidak memenuhi syarat, serta sisipan.
Kadisdik Provinsi Riau Kamsol mengungkapkan bahwa Guru Bantu adalah Guru Bantu Non ASN yang di rekrut pemerintah Provinsi Riau melalui seleksi tahun 2005 sampai 2007 hal ini dijelaskan dalam Pergub No.8 Tahun 2017.
Dalam penyampaian hasil Verifikasi faktual GBD Provinsi Riau di Kabupaten Bengkalis juga ditemukan data GBD yang tidak memenuhi syarat dan sisipan.
Dalam rangka menertibkan administrasi, Disdik dan BPKAD Provinsi Riau hanya akan memberikan pembayaran gaji khusus untuk GBD yg memenuhi syarat dan sudah terverifikasi. Sedangkan Guru Bantu yg tidak memenuhi syarat dan sisipan akan di kembalikan ke Pemerintah Kabupaten/ Kota masing- masing.
"Bagi GBP yang sudah melakukan verifikasi dan memenuhi syarat untuk pembayaran gaji akan di usahakan secepatnya, Insyaallah sebelum bulan puasa Gaji Guru Bantu Provinsi akan d cairkan selama 3 bulan," Ungkap Kadisdik Provinsi Riau Kamsol.
Selanjutnya Pembahasan tentang penangan anak tidak sekolah. Hal ini menjadi perhatian khusus dari Bapak Gubernur dikarenakan rendahnya Angka Partisipasi Sekolah di Provinsi Riau.
Salah satu upaya untuk mengatasinya dengan membuat program Sekolah Terbuka dan PKBM. Rendahnya angka partisipasi sekolah ini disebabkan oleh beberapa hambatan seperti Geografis, ekonomi, sosial dan kesenjangan ketersediaan SMP dan SMA. Beberapa Kabupaten/ Kota sudah memulai program ini.
Kadisdik Bengkalis Kholijah mengungkapkan "Insyaallah tahun ini Kabupaten Bengkalis akan membuat TKB dibeberapa kecamatan. Setelah kegiatan ini kita akan langsung berkoordinasi bersama Disdik dan BPKAD Provinsi Riau untuk persiapan perencanaan dan anggaran untuk pembuatan TKB ini," Kata Kadisdik Kholijah.








