BENGKALIS — Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkalis menghadiri kegiatan Wisuda Tahfiz Al-Qur’an 1 Juz dan 2 Juz yang diselenggarakan SD Negeri 10 Bengkalis, Kamis, 4 Juni 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya sekolah dalam memperkuat pendidikan karakter dan nilai-nilai keagamaan di lingkungan satuan pendidikan.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkalis Hadi Prasetyo, ST., M.Si diwakili Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan H. Busyairil, M.Pd hadir sekaligus memberikan apresiasi atas konsistensi SDN 10 Bengkalis dalam mengembangkan program tahfiz Al-Qur’an. Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Camat Bengkalis yang diwakili Kasi Tata Pemerintahan Giwang Sora Bhina, S.IP., M.IP, kepala sekolah dalam Gugus V Bengkalis, perwakilan BAZNAS Kabupaten Bengkalis, wali murid, serta tamu undangan lainnya.
Ketua panitia pelaksana menyampaikan bahwa kegiatan wisuda tahfiz tahun ini merupakan pelaksanaan tahun ketiga dengan jumlah peserta sebanyak 26 siswa, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan tersebut menunjukkan tingginya antusiasme siswa dan dukungan orang tua terhadap program pembinaan Al-Qur’an di sekolah.
Kepala SDN 10 Bengkalis, Sri Rahayu, S.Pd., menjelaskan bahwa program tahfiz yang dijalankan sekolah merupakan pengembangan dari program One Day One Ayat yang sebelumnya telah dicanangkan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkalis. Program tersebut terus diperkuat sebagai salah satu upaya membentuk peserta didik yang berkarakter, religius, dan berprestasi.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkalis melalui H. Busyairil, M.Pd menyampaikan apresiasi kepada pihak sekolah yang mampu menghadirkan inovasi pembelajaran melalui kegiatan tahfiz Al-Qur’an sebagai pelengkap kurikulum nasional.
“Kami mengapresiasi SDN 10 Bengkalis yang telah berhasil mengembangkan program tahfiz Al-Qur’an secara berkelanjutan. Ini menunjukkan bahwa sekolah mampu menghadirkan keseimbangan antara pencapaian akademik dan pembentukan karakter keagamaan peserta didik,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan program tahfiz tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga memerlukan dukungan penuh dari orang tua dan lingkungan keluarga. Menurutnya, proses menjaga dan menambah hafalan Al-Qur’an akan lebih optimal apabila dilakukan secara berkesinambungan di rumah.
Lebih lanjut, H. Busyairil menyampaikan bahwa tingginya minat masyarakat terhadap sekolah yang memiliki program penguatan karakter dan keagamaan seperti SDIT (Sekolah Dasar Islam Terpadu) menjadi motivasi bagi sekolah negeri untuk terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas pendidikan.
“Sekolah negeri juga mampu melahirkan generasi yang unggul dalam akademik, berakhlak mulia, dan memiliki pemahaman keagamaan yang baik. Apa yang dilakukan SDN 10 Bengkalis hari ini dapat menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lainnya di Kabupaten Bengkalis,” ungkapnya.
Kegiatan wisuda berlangsung khidmat dan penuh haru sebagai bentuk apresiasi atas capaian para siswa dalam menghafal Al-Qur’an, sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara sekolah, orang tua, dan pemerintah dalam membentuk generasi Qur’ani yang siap menghadapi tantangan masa depan.
Tulis Komentar