Selasa, 27 November 2018 | 16:08:46 WIB | Dibaca : 250 Kali

GURU, SULUH DI SETIAP KELUH (Puisi Musa Ismail)

GURU, SULUH DI SETIAP KELUH (Puisi Musa Ismail)

Editor: SYAFRIZAL, S.Ag - Reporter: Mohd Nishwan Saputra, SH - Fotografer: Istimewa
GURU, SULUH DI SETIAP KELUH (Puisi Musa Ismail) Teks foto: Musa Ismail, M.Pd

GURU, SULUH DI SETIAP KELUH

Puisi Musa Ismail

 

Siapakah guru?

Jiwa raga merunduk karena ilmu

Tingkah-polahnya selalu ditiru

Jika ditanya tak pernah jemu

Mendidik siswa tak terburu-buru

 

adalah sawah taburan benih, subur

lahirlah para gubernur gubernur

rasa hormat

penuh bakti, sadar diri

tersebab guru, mereka terbang tinggi

 

adalah matahari,

ketika pagi merekah

wajah-wajah ceria menanti

bersama mentari

para bupati terlahir berseri

 

Kalau melangkah tidak menyalah

Jika berbicara yang berfaedah

Gerak-geriknya selalu indah

Tidak mengutamakan amarah

Hidup penuh ikhlas juga amanah

 

adalah pelita di remang malam

dari seragam sekolah hingga safari berdasi

duduk tenang di kursi-kursi

di perusahaan dan di dewan-dewan

pahlawan berjasa itu tersenyum berseri

telah berhasil menyemai mimpi

 

Terkenal cerdik bukannya licik

Tekun mendidik bukannya menghardik

Mendidik membaca seluas angkasa

Mendidik menghitung bintang-bintang

Mendidik menulis kebesaran Tuhan

Tidak pernah membatasi kesabaran

 

BUKAN ibarat diktator

tapi, profesor-profesor jadi tersohor

dari hati guru yang tidak ketor

ibarat gunung, kokoh pandangan

disini dosen dan ilmuan berpaut

 

adalah rembulan menghapus kelam

menyulam cahaya bijak bersajak

pengobat duka pelipur lara

mencipta dokter penghilang perih

Ibarat penyelamat kehidupan rakyat

Tempat para bidan, juga perawat

 

Tak kenal lelah dan juga letih

Mendidik anak, selalulah gigih

Penuh sayang, penuh kasih

Supaya kelak tidak tersisih

 

ibarat embun penyejuk hati

berlaksa jaksa pengadil negeri

membela dengan sepenuh diri

tidak menimbang untung-rugi

 

Seperti hujan di musim kemarau

mengalirkan bankir dari desa terpencil

menempatkan hakim dari keyakinan hukum

 

adalah air yang terus mengalir

laksana peluru tidak mengguru

polisi dan tentara bersemangat baja

karena pernah ditempa

kini berdiri dengan gagah

 

ibarat mesin penghitung, pemberi kepastian

mengukur dan menghitung keuangan

melahirkan akuntan

 

Sebagai sagang yang nak tumbang

Sebagai peneraju yang nak maju

Sebagai penyemangat yang kurang semangat

Sebagai penggesa yang punya resa

 

adalah kandil di malam buta

bersepeda tua bukanlah halangan

berkendaraan mewah bukan kemegahan

dedikasi tinggi merecup subur

dibalik gedung-gedung, meneroka insinyur

seperti ladang-ladang dan kebun-kebun

Dari sanalah, bertunas arsitek, mekanik, atlet

desainer, wartawan, juga ulama

 

ibarat payung tempat berlindung

tempat bernaung camat, rakyat

meluncur dari jemari agung

 

ibarat suluh selalu menyuluh

sentiasa berpeluh menyeka keluh

memberi cahaya dengan ikhlas

agar terlahir pewaris yang cerdas

 

GURU

Bukan penghalang anak yang nak terbang

Bukan menjadi batu yang nak maju

Bukan seperti ngengat yang mengerat

Bukan pula penguasa yang tak berasa

 

kini kita menjadi orang

layakkah sombong

patutkah lupa

wajarkah zalim

haruskah mencerca

 

”SELAMAT HARI JADI GURU.

SEMOGA TERUS KREATIF MEMBENTUK KARAKTER PENERUS BANGSA!”

 

 

 

 

 

[Ikuti Terus Disdik Bengkalis Melalui Sosial Media]







Disdik Bengkalis
di Google+



Disdik Bengkalis
di Instagram
Baca Juga
Tulis Komentar
Berita Terkini
Selengkapnya
Agenda Kegiatan
Berita Terpopuler